Percepatan Vaksinasi Covid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumut

  • Bagikan
Kepala BI Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo berbicara kepada wartawan dalam Bincang Bareng Media secara virtual zoom Selasa (24/8). beritasore/ laswie wakid
Kepala BI Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo berbicara kepada wartawan dalam Bincang Bareng Media secara virtual zoom Selasa (24/8). beritasore/ laswie wakid

MEDAN (Berita): Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada tahun 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam -1,07 persen (yoy). Dengan adanya rebound ekonomi yang terjadi pada triwulan II-2021, diproyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2021 akan terus terakselerasi.

“Meskipun perkembangan kasus positif Covid-19 serta penerapan kebijakan PPKM Level 4 diprakirakan akan menahan laju permintaan domestik, namun upaya akselerasi vaksinasi diproyeksi menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Soekowardojo, Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara kepada wartawan dalam Bincang Bareng Media (BBM) secara virtual zoom Selasa (24/8) sore.

Soekowardojo optimis pada keseluruhan tahun 2021, ekonomi Sumut diprakirakan akan terakselerasi dengan potensi bias bawah, sejalan dengan pelaksanaan kebijakan PPKM Level 4.

Pembatasan kegiatan yang diterapkan sejak tanggal 3 Juli 2021 di sejumlah daerah berjalan efektif, tercermin dari mobilitas masyarakat yang tertahan.

Namun hasil SK dan Survei Pedagang Eceran (SPE) menunjukkan bahwa PPKM turut berpotensi memperlambat akselerasi pertumbuhan utamanya konsumsi rumah tangga.

Menurutnya, pelaku usaha dari hasil Liaison mengonfirmasi adanya penurunan permintaan domestik dan harga jual memasuki triwulan III 2021.

Di sisi lain terdapat angin segar dari eksternal, di mana kinerja ekspor terus menguat, ditopang apresiasi harga komoditas dan perbaikan PMI mitra dagang.

Ia menjelaskan akselerasi ekonomi Sumut tahun 2021 juga ditopang dengan naiknya beberapa sektor  pertanian (21,82 persen pangsa terhadap PDRB), produksi perkebunan meningkat hasil replanting tahun 2012.

Kepmen Pertanian No.833/KPTS/SR.020/M/12/2019 mendukung peningkatan kebun kelapa sawit. Industri Pengolahan juga tumbuh dengan pangsa terhadap PDRB 19,54 persen.

“Optimisme perbaikan kinerja secara keseluruhan sebagai efek positif dari vaksinasi dan adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Perdagangan Besar & Eceran juga tumbuh dengan pangsa terhadap PDRB 19,01 persen.

Sertifikasi CHSE dan vaksinasi menjadi sumber utama pemulihan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat. Sektor Konstruksi dengan pangsa terhadap PDRB 13,31 persen.

“Vaksin mendorong normalisasi aktivitas ekonomi. Proyek pemerintah yang sempat tertunda kembali berjalan juga berlanjutnya proyek PSN dan infrastruktur daerah Ditambah ekonomi global menguat, kinerja ekspor komoditi naik,” ungkapnya.

Secara nasional tingkat capaian vaksinasi Sumut masih di bawah nasional. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan proses vaksinasi hingga dapat mencapai tingkat herd imunity 70 persen.

“Pelaksanaan vaksinasi massal di berbagai lokasi di Sumut berkolaborasi dengan Forkopimda merupakan upaya yang ditempuh oleh Pemerintah untuk mengejar percepatan target vaksinasi,” jelas Soeko.

Berdasarkan data Sakernas BPS, diperoleh estimasi tenaga kerja yang rentan terdampak di 4 sektor utama (PBE, Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi,

dan Industri Pengolahan) sebanyak 182 ribu orang. Tenaga kerja (TK) yang terdampak tersebut akan menjadi tanggungan program Jaring Pengaman Sosial Daerah (Bansos Provinsi).

Dampak PPKM terhadap Tenaga Kerja di Sumatera Utara 449 ribu. Tambahan pengangguran 3 sektor first round (PBE, Penyediaan Akmamin, Transportasi) sebanyak 146.349 orang. Tambahan pengangguran sektor industri pengolahan second round sebanyak 35.915 orang.

“Menurut lapangan usahanya, sektor Pertanian masih menjadi sector dengan jumlah tenaga terbanyak, diikuti dengan industri pengolahan,” ujarnya. (wie)

Berikan Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *