Lima Tahun Menanti Jembatan Sei Wampu Tak Kunjung Selesai

  • Bagikan
Pembangunan Jembatan Sungai Wampu di Kab. Langkat yang hingga kini kembali terbengkalai, bangunan belum rampung. (Foto:Abdul Hakim).
Pembangunan Jembatan Sungai Wampu di Kab. Langkat yang hingga kini kembali terbengkalai, bangunan belum rampung. (Foto:Abdul Hakim).

STABAT, (Berita): Lima tahun sudah proyek pembangunan Jembatan Sei Wampu di Kab. Langkat senilai Rp75 miliar tidak kunjung selesai alias terbengkalai. Hasil pantauan Senin (4/5) sudah sebulan lebih tidak ada aktivitas pembangunan disana. Para pekerjanya yang berasal dari luar daerah juga sudah lama meninggalkan lokasi proyek.

Dikatakan salah seorang satpam proyek itu, Andri, 30, gajinya bersama gaji beberapa rekannya hingga kini belum dibayar penuh. ‘’Kami bingung, petugas berwenang yang ditanyai sebelumnya selalu menjanjikan akan membayar tetapi hingga kini belum terbukti. Disebut-sebut rekanan pelaksana proyeknya telah kabur,’’ katanya Senin.    

Sementara itu petugas berwenang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera yang berkantor diluar Kab. Langkat belum berhasil dimintai tanggapannya Senin (4/5) karena tidak berada di lokasi proyek itu, terlebih sudah lama pembangunan jembatan terbengkalai dan areal sepi. Pembangunan jembatan dimakasud telah dimulai sejak tahun 2015 dengan anggaran Rp57 miliar oleh rekanan PT. KASN, sumber dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun proyek tidak selesai pada waktunya tahun 2018. Kemudian dilakukan penambahan anggaran senilai Rp18 miliar sejak tahun laluyang dikerjakan rekanan PT. NIM dan seharusnya pembangunan telah rampung Maret tahun ini, sebagiamana keterangan Camat Stabat Nuriadi sebelumnya setelah menerima informasi dari pengawas proyek. Kenyataannya hingga kini proyek itu masih terbengkalai dan belum rampung. Anggaran yang sangat besar tersebut hanya menghasilkan sekadar pondasi dan rangka jembatan sebagaimana kelihatan dalam gambar.

Dalam proses pembangunannya juga banyak menimbulkan masalah, diantaranya seorang warga setempat Dania Silvia yang masih berusia 10 tahun luka berat pada bagian kepalanya akibat dihantam besi yang diangkut operator crane proyek pada 30 Desember tahun lalu. Korban kini telah sembuh setelah menjalani operasi. Kemudian pembakaran alat berat beco proyek itu pada 12 Januari lalu yang dilakukan orang tidak dikenal, hingga kini kasusnya tidak terungkap.

Selanjutnya belasan tembok rumah warga di sekitar lokasi pembangunan jembatan turut retak akibat getaran pemasangan paku bumi saat pembangunan berlangsung awal Oktober tahun lalu. Terlepas dari itu beberapa warga setempat meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan penyimpangan proyek tersebut karena dengan anggaran yang cukup besar, proyek masih terbengkalai dan waktu pengerjaannya sudah cukup lama. Sebelumnya anggota DPR RI Djohar Arifin Husin turut berkomentar meminta pihak kementerian berwenang dan rekanan pelaksana agar serius dalam pembangunannya. (waspada.id).

 

 

Berikan Komentar
  • Bagikan