Neraca Perdagangan Sumut Naik 84,27 Persen

  • Bagikan
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi berbicara kepada wartawan melalui live streaming Senin (6/4). Berita Sore/Ist
KEPALA Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi berbicara kepada wartawan melalui live streaming Senin (6/4). Berita Sore/Ist

MEDAN (Berita): Pada Pebruari 2020, pengaruh wabah Virus Corona belum nampak pada transaksi ekspor dan impor Sumatera Utara terlihat dari neraca perdagangan luar negeri daerah ini bulan Pebruari justru mengalami surplus mencapai 366,12 juta dolar AS, naik 84,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 198,68 juta dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi kepada wartawan melalui live streaming Senin (6/4) mengatakan apabila neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara bulan Pebruari 2020 dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 31,36 persen yaitu dari 278,72 juta dolar AS pada bulan Pebruari 2019 menjadi 366,12 juta dolar AS di bulan Pebruari 2020.

Sejak wabah Covid-19 mewabah, BPS secara nasional maupun Sumut, menggelar rilis statistik melalui live streaming sehingga wartawan tidak perlu datang ke kantor BPS, namun cukup berada di rumah masing-masing. Ini untuk menghindari penyebaran virus Corona.

“Surplus neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara itu paling besar dari Amerika Serikat,” katanya.

Ia menjelaskan dengan negara mitra utama selama bulan Pebruari 2020 berturut-turut adalah senilai 58,17 juta dolar AS dengan Amerika Serikat, senilai 52,98 juta dolar AS dengan India, senilai 30,24 juta dolar AS dengan Jepang, senilai 26,52 juta dolar AS dengan Myanmar, senilai 25,53 juta dolar AS dengan Kamboja.

Sedangkan defisit perdagangan luar negeri Sumatera Utara terjadi dengan Tiongkok sebesar 17,31 juta dolar AS, dengan Singapura sebesar 16,46 juta dolar AS, Malaysia sebesar 34,14 juta dolar AS, Argentina sebesar 15,72 juta dolar AS dan Australia sebesar 18,69 juta dolar AS.

Ekspor

Suhaimi menjelaskan nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Februari 2020 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Januari 2020, yaitu dari 590,02 juta dolar AS menjadi 684,01 juta dolar AS atau naik sebesar 15,93 persen. “Bila dibandingkan dengan bulan Pebruari 2019, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 18,83 persen,” katanya.

Golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumatera Utara pada Pebruari 2020 terhadap Januari 2020 adalah golongan lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 77,06 juta dolar AS (37,37 persen). Penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada golongan berbagai produk kimia sebesar 3,65 juta dolar AS (-5,82 persen).

Menurut Suhaimi, ekspor ke Amerika Serikat pada Pebruari 2020 merupakan yang terbesar yaitu 79,47 juta dolar AS diikuti India sebesar 66,22 juta dolar AS dan Tiongkok sebesar 44,14 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 27,75 persen.

Dari sisi kelompok negara utama tujuan ekspor pada Pebruari 2020, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 203, 20 juta dolar AS (29,71 persen). Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Pebruari 2020 mengalami kenaikan dibandingkan bulan Januari 2020, yaitu 590,02 juta dolar AS menjadi 684,01 juta dolar AS atau naik sebesar 15,93 persen. “Bila dibandingkan dengan bulan Pebruari 2019, ekspor Sumut mengalami kenaikan sebesar 18,83 persen,” ungkapnya.

Impor

Suhaimi menambahkan nilai impor melalui Sumatera Utara bulan Pebruari 2020 atas dasar CIF (cost, insurance&freight) sebesar 317,88 juta dolar AS atau turun sebesar 18,77 persen dibandingkan bulan Januari 2020 yang mencapai 391,34 juta dolar AS. “Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 7,07 persen,” katanya.

Nilai impor menurut golongan penggunaan barang bulan Pebruari 2020 dibanding bulan Januari 2020, barang modal turun sebesar 54,93 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 9,64 persen dan barang konsumsi turun sebesar 27,77 persen.

Pada Pebruari 2020, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar 5,12 juta (11,41 persen). Golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 38,92 juta dolar AS (-51,40 persen).

Nilai impor bulan Pebruari 2020 dari Malaysia merupakan yang terbesar yaitu 62,24 juta dolar AS dengan perannya mencapai 19,58 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Tiongkok sebesar 61,45 juta dolar AS (19,33 persen dan Australia sebesar 24,93 juta dolar AS (7,84 persen).

Nilai impor melalui Sumatera Utara bulan Pebruari 2020 atas dasar CIF (cost, insurance&freight) sebesar US$317,88 juta, atau turun sebesar 18,77 persen dibandingkan bulan Januari 2020 yang mencapai 391,34 juta dolar AS. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami kenaikan sebesar 7,07 persen.

Dari total impor Sumatera Utara pada Pebruari 2020 sebesar 317,88 juta dolar AS, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar yaitu sebesar 83,92 persen dengan nilai 266,78 juta dolar AS diikuti oleh impor barang modal sebesar 9,55 persen (30,36 juta dolar AS) dan impor barang konsumsi sebesar 6,53 persen (20,75 juta dolar AS.

Nilai impor bulan Pebruari 2020 dibanding bulan Januari 2020, barang modal turun sebesar 54,93 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 9,64 persen dan barang konsumsi turun 27,77 persen. (Wie)

Berikan Komentar
  • Bagikan